Aksara Batak bukan suatu hal yang asing lagi untuk suku Batak. Tapi jangan salah, mayoritas orang Batak sudah tidak mengerti lagi dengan Aksara Batak. Untung saja, ketika masih duduk di bangku SMP, ada satu mata pelajaran yang tetap mengajarkan budaya Batak n tentunya Aksara Batak di sekolahku.
Aku bangga bisa mengerti Aksara Batak hingga hari ini. Sebenarnya untuk mengerti Aksara Batak itu tidaklah begitu sulit. Cuma memang harus punya kemauan yang keras untuk dapat belajar dengan cepat dan baik.
Aksara Batak itu per-character mengandung 1 suku kata(kecuali huruf vokal). Satu suku kata tersebut selalu ditemani oleh vokal “a”. Oleh karena itu, untuk mengubah suku kata tersebut dengan vokal i, u,e dan o, Aksara Batak lain ditambahkan.
Di baris pertama, dibaca “jahama”. Sebuah kata yang mungkin cepat dimengerti karena tidak mengandung vokal lain kecuali “a”. Dalam belajar kata seperti ini, hanya perlu mengetahui beberapa Aksara Batak dan terjemahannya. Dari kata tersebut, artinya dalam bahasa Indonesia “bacalah…”.
Pada baris ke dua, dibaca “umpasa”. Dari suku kata pertama, kita bisa lihat ada suku kata “um”. Sebelum membentuk suku kata yang diinginkan, kita harus buat a-ma, yaitu 2 jenis Aksara Batak. Selanjutnya, dilanjutkan dengan membuat a-mu, yaitu menambahkan character lain di belakang “ma”. Untuk membentuk satu suku kata yang kita inginkan yaitu “um”, cukup dengan menambahkan “\” – pangolat di belakang Aksara Batak yang telah dibuat sebelumnya.
Jika suku kata terdiri dari 3 karakter, untuk Aksara Bataknya cukup dengan membuat 2 karakter dan ditambah dengan pangolat (jika vokalnya “a”). Misalnya untuk suku kata “par”, sebelum terbentuk Aksara Batak dibuat terlebih dahulu untuk kata “para”. Nah, untuk kesempurnaan kata yang kita inginkan, pangolat ditambah di bagian belakang suku kata sehingga membentuk suku kata “par”.
Jika sebuah vokal “i, u, e dan o” digunakan pada sebuah suku kata dan terletak di antara 2 huruf lain, maka vokal tersebut pada Aksara Batak diletakkan di bagian belakang (huruf terakhir) dan menambahkan pangolat.
Untuk lebih jelasnya, bisa belajar dari orang tua kita yang masih mengerti Aksara Batak, atau belajar sendiri melalui beberapa jenis buku tentang Aksara Batak.
Berikut hasil bacaan dari Aksara Batak di atas.
Jahama
Umpasa
Bintang na rumiris,
Ombanu na sumorop
Anak pe antong riris
Boru pe torop
Tubu ma hariara,
Di holehole ni huta.
Sai tubu ma anak dohot boru
Na sagap jala na martua.
(kayanya penulisan Aksara Bataknya “sagap “ada kesalahan, seharusnya “sangap”)
Sitorop ma danghana,
Sitorop nang rantingna,
Rugun dohot bulungna,
Torop ma hahana
Tarop nang anggina,
Sangon i ma boruna
(kayanya penulisan Aksara Bataknya “Tarop” ada kesalahan, seharusnya “Torop” – mengikuti kata sebelumnya dan “Sangon i” harusnya “Songon i”)
Andor na dumpang ma,
Baen torutoru ni lombu
Sai saur matua ma hamu,
Patorutoru papahompu
Sahatsahat ni solu,
Sahat ma sutu bontean
Leleng ma hita magolu,
Sai sahat tu panggabean.
Turtu ma ninna anduhur,
Tio ma ninna lote
Hata pasupasu nilehonmuna i,
Sai unang muba, unang mose.
Kalo ada yang salah, maaf ya *_^.
Recent Comments