Ini cuma curhatan aku aja tentang kepengurusan yang aku alami dan yang aku lihat. So, kalo ada yang keberatan silahkan, karena aku mungkin tidak terlalu peduli dengan keberatan itu. Just my opinion…
Keluargaku – Alumniku
Berdasarkan yang aku alami n aku lihat sejak aku menginjakkan kaki di kampus tercinta sampai harus meninggalkannya untuk meneruskan cita2, kepengurusan (mo pengurus apapun) itu selalu ada masalah.
Ya, memang harus punya masalah supaya mantap. Kalo ga, ga keren n ga seru….
Kalo masalahnya buat seru, tak apa…Kalo buat rusuh??? Gimana???
Masalah yang paling sering muncul adalah adanya perbedaan pendapat, prinsip atau apalah antara beberapa orang atau antara beberapa kelompok.
Trus, masalah2nya itu apa aja??? Gini, aku ceritakan ya…
- Masalah pengajuan suatu kegiatan
Untuk beberapa orang atau kelompok tertentu akan merasa bahwa kegiatan yang diajukan adalah kegiatan yang penting dan pantas untuk diajukan untuk diadakan. Trus, bagaimana nasib kegiatan tersebut? Jenis2 orang yang akan menanggapi hal tersebut terdiri dari:
1. Anggota yang OOT.
Munculnya beberapa anggota yang OOT (Out Of Topic). Ni anggota memang kadang2 minta ditinju, biar sadar…Dia yang putar2 topic, tapi orang lain yang dibuat pusing. Biasanya anggota lain akan menganggap OOT itu sebuah lelucon (biasanya anggota2 yang ga terlalu peduli dengan topic yang diangkat) dan sebagiannya lagi menganggap itu sebuah penghinaan (biasanya yang care ama topic – atau mungkin yang mengangkat topic ke public).
Kemudian, pengurus – dalam hal ini yang mengangkat topic akan mengingatkan dengan keras, kalo saatnya itu bukan untuk main2, tetapi memberi respon terhadap topic yang diangkat.
Trus, orang2 yang banyak cerita itu alias OOT – akan terdiam kalo diajak serius – ga semua sih. Karena mereka cuma ribut2in aja. Dan yang paling gawatnya lagi – anggota lain tidak ada yang kasi respon, padahal sebenarnya pengurus cuma penghantar yang mem-public-kan ide2 mereka. Siallah…Malas deh, kalo ingat pengalaman waktu aku hadapin hal ini.
2. Anggota yang banyak tanya tentang kegiatan
Biasanya banyak bacot n pertanyaan, berguna ga kegiatan itu? Seru gak? Ah…biaya lagi, biaya lagi…Ah, ga enak kegiatannya.
Mmm, cuma bisa komplein – tapi kasi ide gimana supaya seru kegiatannya ga ada… Sial juga lihat orang yang kayak gini.
3. Anggota yang tidak ikut dengan alasan tertentu
Walaupun mungkin sedih dengar respon dari dia, jujur dah lebih baik. Kita mungkin ga tahu alasan dia benar ato tidak, tapi itu hak seseorang untuk tidak ikut dengan kegiatan.
4. Anggota yang setuju
Biasanya ga terlalu banyak komentar, setuju – ya setuju.
5. Anggota yang ikut2an ma anggota lain
Biasanya akan terlihat kata “Vote for somebody” atau “Vote to somebody”. Ni, banyakan dihasut ama orang2 yang diikutinya. Dasar…Cuma bisa ikut ma orang…
6. Anggota yang ikut2an aja ma hasil
Anggota yang ini juga buat kesal, sama sekali ga peduli mo diadakan – mo diadakan kegitan tersebut. Ini orang yang tidak menghargai suaranya sendiri. Tapi nurutku, dah lebih baik ngadapin orang yang ini daripada anggota 1, 2 dan 5.
- Masalah tentang kepengurusan itu sendiri.
Ini dia nih yang lagi hangat2nya terjadi di kepengurusan alumni aku. Hiks…hiks…:(
Ternyata walaupun seseorang itu lebih senior (bahasa keluarganya – lebih
Kakaan), masih sering juga rupanya memiliki sifat layaknya seorang junior (ade’an). Berarti, bisa dong seorang adik kasi komentar ama kaka2 nya? Ga salah kan? Yup…..lanjooott…..
Sudah menjadi resiko bagi para pengurus untuk selalu mendapat kritikan (lebih layak dari pada saran). Walaupun kedengarannya akan membangun pengurus tersebut, tetapi selalu disampaikan dengan maksud untuk menekan kepengurusan itu sendiri.
Ntah kenapa harus selalu begitu.
Ide2 cemerlang tentang kepengurusan bermunculan, dan biasanya ide itu berasal dari orang yang ga turun tangan secara langsung dengan kepengurusan tersebut. Karena ya..namanya manusia biasa – paling peka melihat cabe yang ada di gigi teman dari pada di gigi sendiri. Trus, lihat cabe di gigi kita bagaimana? Ya, ngaca aja sendiri….
Trus, skenario akan terus berjalan. Para pengurus mulai pusing dengan kritikan itu, dan berusaha untuk buat sesuai dengan keinginan mereka (walaupun kesannya memang jadi kayak terpaksa gitu – gimana gak terpaksa – kadang kesadaran tentang kekurangan diri juga susah nerima). Jadi intinya, yang kritik salah n yang nerima juga sebenarnya salah – kalo seperti yang di atas skenarionya yah…
Lanjut skenario, pengurus akan terdiam karena memang mulai menyadari akan kekurangan itu dan mulai mengangkat ide2 cemerlang itu untuk lebih
didiskusikan kembali. Apa yang terjadi??? Orang2 yang beri ide pergi hilang ntah kmana – ditelan bumi kale…Ya, gitulah – dah senang bangat idenya diangkat, trus puas…n malas ngurus kelanjutan yang begitu2an. Atau mungkin sumpahin pengurus, “kita lihat dulu k’mana?? Mampu dia???”
Siallah….Lagi2 pengurus merasa di permainkan. Kasiaan pengurus tuh..Dah dengan berat hati ngangkat ke public, tapi ga ada yang respon, malu2in kan??? Ampe kasi alert supaya kasi tanggapan pun, tong do ndang diengkos…
Gitulah nasib pengurus itu…Di luar kepenrgurusan, ada aja yang lebih memilih untuk sering ikut2an aja, malas2an aja, atau selalu kasi mengkritik kalo ga sesuai dengan keinginan hati.
Gimana mo maju, kalo gini2 terus???
Padahal aku salut bangat kalo seseorang itu turun tangan ke pengurusan. Secara ga sadar juga kadang dia harus menyisihkan waktu untuk pengurus itu. Kalo terus2 ditekan, sapa yang mau lagi jadi pengurus… Maunya cuma jadi anggota yang siap melemparkan kritik2…
Makanya, karena melihat kejadian2 kayak gitu, aku sering mundur dari
kepengurusan. Ga tahu kenapa memang selalu ada yang kurang. Kalo A salah – B salah, akhirnya pusing sendiri. Kalo yang C dijalankan, kelompok lain merasa tidak diacuhkan. Gila men…
Makanya, selamat deh buat pengurus…Biar makin kurus…Hahahah
Trus, satu lagi:
Walaupun kita pernah tinggal satu atap dengan seseorang dalam kurun waktu yang mungkin lama, belum tentu kita dapat mengenal seseorang itu dengan baik, dalam – maupun luar. Karena tidak menutup kemungkinan, seseorang tersebut selama bersama denganmu menyembunyikan keadaan dia yang sebenarnya demi image (cara pandang orang terhadapnya) atau kadang berusaha menjadi diri orang lain untuk kebaikan seseorang atau untuk menghancurkan seseorang. Dan ga menutup kemungkinan juga orang yang kita kenal sekarang itu adalah bukan orang yang kita kenal dulu. Sapa tahu mereka berubah ke arah yang lebih baik atau ke arah yang lebih buruk seiring dengan berjalannya waktu.
Hubungannya apa?
Selalu pegang yang benar – karena tidak selamanya teman itu menjadi pendukung setiap aktivitasmu, dan tidak selamanya lawan itu menjadi penghalang. Menanggapi setiap masalah dengan baik – alias untuk pengembangan diri akan lebih daripada mempersoalkan cara pandang seseorang terhadap masalah.
Ya, memang harus punya masalah supaya mantap. Kalo ga, ga keren n ga seru….
Ya, begitulah pengurus yang banyak ngurusin urusan. Kadang pengurus repot rapat. Ya…khan….?????
aku tuh paling doyan OOT hehehe tapi pastinya lihat tempat lah dan lihat topik